
Dalam khotbah ini, Ps. Budi Hartono mengajak jemaat untuk memasuki tahun 2025 dengan hati yang berkobar dan kagum akan Tuhan. Melalui refleksi atas pengalaman iman dan kisah-kisah dalam Injil Lukas, ia menekankan pentingnya ketaatan, kerendahan hati, dan dukungan komunitas dalam mengalami kuasa Tuhan.
Mari kita berterima kasih kepada tim Worship yang telah melayani dengan luar biasa pada siang hari ini. Kita bersyukur melihat dedikasi mereka meskipun di tengah liburan. Selamat Tahun Baru 2025! Saya ingin menyambut semua yang hadir, terutama Diana dan keluarganya dari Jemaat Ambon serta keluarga dari Jemaat Melbourne. Selamat datang di ibadah pertama kita di tahun 2025.
Mari kita bersatu dalam doa. Tuhan, kami bersyukur atas kasih-Mu yang luar biasa. Kami hanya bisa kagum akan Engkau, karena tidak ada yang seperti Engkau. Kami bersyukur atas kesetiaan-Mu sepanjang tahun 2024. Kami merasakan kebaikan dan penyertaan-Mu dalam hidup kami. Terima kasih, Tuhan, untuk setiap suka dan duka yang kami alami. Kami berharap tahun 2025 ini menjadi tahun yang penuh dengan terobosan dan kehidupan kerohanian yang luar biasa.
Tahun ini, kita merayakan anniversary ke-35 jemaat kita dengan tema "Amazed". Selama 35 tahun, banyak hal telah terjadi, baik kemenangan maupun kegagalan. Namun, kita harus terus menjaga kekaguman kita akan Tuhan. Hanya mereka yang terus kagum akan Tuhan yang akan melakukan hal-hal luar biasa.
Bulan ini, kita mengambil tema "Burning Hearts" yang diambil dari Lukas 24:32. Dalam kisah ini, dua murid Yesus yang sedang sedih bertemu dengan-Nya dan hati mereka kembali berkobar. Doa saya adalah agar kita juga dapat memiliki hati yang berkobar untuk Tuhan dan tidak menjadikan kehidupan Kristen kita biasa-biasa saja.
Mari kita belajar dari Lukas 5. Ketika Yesus meminta Simon Petrus untuk menangkap ikan setelah malam yang melelahkan, Petrus awalnya ragu. Namun, karena perintah Yesus, ia taat dan hasilnya luar biasa. Ini mengajarkan kita bahwa ketaatan kepada Tuhan, meskipun tidak sesuai dengan logika kita, dapat membawa berkat yang melimpah.
Petrus merasa tidak nyaman dengan perintah Yesus, tetapi ia memilih untuk taat. Hasilnya, ia dan teman-temannya mengalami mukjizat yang membuat mereka kagum. Jika Petrus menolak, ia dan teman-temannya akan kehilangan kesempatan untuk melihat kuasa Tuhan.
Kita sering kehilangan kesempatan untuk mengalami kuasa Tuhan karena kita memilih cara kita sendiri. Kapan terakhir kali kita benar-benar menyerahkan diri kepada Tuhan? Ketaatan adalah kunci untuk melihat mukjizat dalam hidup kita.
Dalam Lukas 5:12, kita melihat seorang yang penuh kusta berani masuk ke kota untuk menemui Yesus. Ia tidak peduli dengan stigma sosial dan risiko yang dihadapinya. Keberaniannya untuk tampil apa adanya membawanya kepada kesembuhan. Ini mengingatkan kita bahwa pemulihan hanya bisa terjadi jika kita berani terbuka dan rendah hati.
Seringkali, kita merasa malu untuk mengakui kondisi rohani kita. Namun, seperti kita pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan, kita juga perlu terbuka tentang kondisi spiritual kita. Kita semua adalah pendosa dan membutuhkan pemulihan.
Kita tidak bisa berjuang sendirian. Kita perlu dikelilingi oleh orang-orang yang dapat mendukung dan mendorong kita dalam iman. Dalam Lukas 5:17-26, kita melihat bagaimana teman-teman seorang lumpuh berusaha membawanya kepada Yesus. Iman mereka memungkinkan si lumpuh untuk disembuhkan. Ini menunjukkan pentingnya memiliki komunitas yang saling mendukung.
Tahun 2025 adalah kesempatan bagi kita untuk kembali memiliki hati yang berkobar dan kagum akan Tuhan. Mari kita mulai dengan menyerahkan diri, taat kepada Tuhan, dan membangun hubungan yang kuat dengan sesama. Dengan cara ini, kita akan melihat kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita. Mari kita berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pelaku firman Tuhan. Amin.
Paste a YouTube link and let Magica create the key takeaways.
Summarize another video