
Artikel ini membahas penyebab peningkatan suhu ekstrem di Indonesia dan dunia, termasuk data suhu tertinggi, dampak perubahan iklim, serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pemanasan global.
Berdasarkan data dari sejumlah Stasiun BMKG, antara tahun 1981 hingga 2024, terdapat tiga wilayah di Indonesia yang pernah mencatatkan suhu harian tertinggi hingga 40 derajat Celcius. Wilayah-wilayah tersebut adalah Majalengka, Maluku Tenggara, dan Melawi. Majalengka tercatat mencapai suhu tersebut pada 12 Oktober 2002, sedangkan Maluku Tenggara dan Melawi mencatatkan suhu ekstrem pada 21 November 2012 dan 8 Agustus 1994, masing-masing.
Suhu ekstrem tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di Asia Tenggara dan dunia. Menurut catatan badan meteorologi, April 2024 tercatat sebagai bulan terhangat di dunia, dengan suhu global naik 1,58 derajat Celcius dibandingkan dengan periode sebelum revolusi industri (1850-1900).
Pada bulan April 2024, beberapa negara di Asia Tenggara mengalami gelombang panas yang signifikan. Filipina mencapai suhu 41 derajat Celcius, Kamboja 44 derajat Celcius, dan negara-negara seperti Vietnam, Myanmar, dan Thailand mencatat suhu hingga 45 derajat Celcius. Bangladesh bahkan mencapai suhu 46 derajat Celcius, sementara India mencatat suhu tertinggi 47 derajat Celcius. Di Indonesia, suhu harian tertinggi tercatat 37,3 derajat Celcius, yang lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga.
Peningkatan suhu yang ekstrem ini disebabkan oleh beberapa faktor:
Perubahan Iklim: Perubahan iklim yang dipicu oleh aktivitas manusia, termasuk emisi gas rumah kaca, menjadi salah satu penyebab utama. Gas-gas ini, seperti karbon dioksida (CO2), metana, dan sulfur, terakumulasi di atmosfer dan menyebabkan efek rumah kaca.
Fenomena El Niño: Fenomena ini juga berkontribusi terhadap lonjakan suhu. El Niño menyebabkan peningkatan temperatur yang dilepaskan oleh Laut Pasifik, yang berdampak pada suhu global.
Umpan Balik Panas: Panas yang terakumulasi selama beberapa tahun terakhir akibat perubahan iklim berinteraksi dengan massa daratan yang luas, terutama di belahan bumi utara.
Pemanasan global dan peningkatan suhu laut memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan di Bumi. Beberapa dampak yang mungkin terjadi meliputi:
Peningkatan suhu yang ekstrem di seluruh dunia, termasuk Indonesia, adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan nyata. Mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana yang lebih buruk di masa depan. Dengan memahami penyebab dan dampak dari pemanasan global, kita dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan melindungi kehidupan di Bumi.