
Gempa berkekuatan 5,1 magnitudo mengguncang Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, dalam enam hari terakhir, menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah dan fasilitas umum. BMKG mengonfirmasi bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif.
Pada Rabu siang, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, kembali diguncang gempa dengan kekuatan 5,1 magnitudo. Gempa ini merupakan bagian dari serangkaian gempa yang telah terjadi sebanyak 188 kali dalam enam hari terakhir. Informasi ini disampaikan oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Sulawesi Tenggara.
Rekaman CCTV menunjukkan detik-detik kepanikan warga saat gempa melanda. Masyarakat terlihat berlarian mencari tempat aman, menunjukkan betapa seriusnya dampak dari gempa ini. Kejadian ini menambah daftar panjang gempa yang telah mengguncang wilayah tersebut dalam waktu singkat.
BMKG melaporkan bahwa akibat gempa ini, sebanyak 34 rumah warga mengalami kerusakan dan retak. Dari jumlah tersebut, dua rumah dilaporkan ambruk. Selain rumah, fasilitas ibadah dan perkantoran juga mengalami kerusakan akibat guncangan ini. Hal ini menunjukkan bahwa dampak gempa tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh komunitas secara keseluruhan.
BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. Mekanisme penggerakan turun menjadi penyebab utama terjadinya gempa ini. Aktivitas sesar yang aktif di wilayah tersebut menjadi perhatian penting bagi masyarakat dan pihak berwenang.
Gempa yang mengguncang Kolaka Timur ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam. Dengan adanya informasi dari BMKG dan rekaman kejadian, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan gempa di masa depan. Kerusakan yang ditimbulkan juga menjadi tantangan bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk segera memberikan bantuan dan melakukan rehabilitasi di daerah yang terdampak.