
Desa Benua Riam di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mempertahankan tradisi gotong-royong dalam mencari kayu bakar untuk acara hajatan, yang mempererat hubungan antarwarga dan mencerminkan nilai persatuan.
Indonesia, sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi, memiliki banyak kisah menarik yang dapat dibagikan. Salah satu potret kecil dari kekayaan budaya Indonesia dapat ditemukan di Desa Benua Riam, yang terletak di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi tradisi gotong-royong yang masih dipertahankan oleh warga desa ini.
Untuk mencapai Desa Benua Riam, pengunjung perlu menempuh perjalanan sekitar satu hingga satu setengah jam dengan menggunakan perahu bermesin atau Klotok dari Dermaga Riam Kanan. Perjalanan ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan memberikan kesempatan untuk merasakan kehidupan masyarakat setempat.
Salah satu tradisi yang dipegang erat oleh warga Desa Benua Riam adalah kegiatan mencari kayu bakar. Meskipun terdengar sederhana, kegiatan ini merupakan bagian dari agenda gotong-royong yang dilakukan setiap kali ada warga desa yang mengadakan hajatan. Ketika hajatan akan dilaksanakan, warga desa akan berbondong-bondong menuju hutan untuk mengambil dan mengumpulkan kayu bakar yang akan digunakan sebagai bahan bakar, terutama untuk memasak.
Suasana gotong-royong ini sengaja dipertahankan oleh warga karena memiliki makna yang dalam dalam mempererat silaturahmi antarwarga. Tidak ada upah yang diberikan kepada mereka yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, selain dari kebersamaan yang terjalin dan sajian makan bersama yang menjadi bagian dari tradisi. Kegiatan ini telah dilakukan sejak zaman nenek moyang mereka dan menjadi bagian integral dari identitas Desa Benua Riam.
Tradisi gotong-royong dalam mencari kayu bakar ini diyakini telah dilaksanakan sejak lama, bahkan sebelum Desa Benua Riam ada. Sebelumnya, desa ini dikenal dengan nama Desa Rantau Halayung. Kegiatan gotong-royong ini tidak hanya terbatas pada acara hajatan, tetapi juga melibatkan berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti pernikahan dan acara komunitas lainnya.
Mencari kayu bakar mungkin terlihat sederhana, namun bagi warga Desa Benua Riam, nilai persatuan dan kesatuan yang terkandung dalam tradisi ini sangatlah berarti. Mereka percaya bahwa kegiatan ini adalah seperti tanaman ajaib yang berbuah sukacita, menciptakan ikatan yang kuat di antara mereka.
Tradisi gotong-royong di Desa Benua Riam adalah contoh nyata bagaimana kebersamaan dapat memperkuat hubungan antarwarga. Melalui kegiatan sederhana seperti mencari kayu bakar, warga desa tidak hanya memenuhi kebutuhan praktis, tetapi juga menjaga nilai-nilai sosial dan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan mempertahankan tradisi ini, mereka tidak hanya merayakan kebersamaan, tetapi juga melestarikan identitas dan warisan budaya mereka.
Paste a YouTube link and let Magica create the key takeaways.
Summarize another video